Jumat, 13 November 2009

Tiga Pintu Kebijaksanaan

Seorang Raja, mempunyai anak tunggal yg pemberani, trampil dan pintar. Untuk menyempurnakan pengetahuannya, ia mengirimnya kepada seorang pertapa bijaksana. “Berikanlah pencerahan padaku tentang Jalan Hidupku” Sang Pangeran meminta. “Kata-kataku akan memudar laksana jejak kakimu di atas pasir”, ujar Pertapa.”Saya akan berikan petunjuk padamu, di Jalan Hidupmu engkau akan menemui 3 pintu. Bacalah kata-kata yang tertulis di setiap pintu dan ikuti kata hatimu. Sekarang pergilah sang Pertapa menghilang dan Pangeran melanjutkan perjalanannya. Segera ia menemukan sebuah pintu besar yang di atasnya tertulis kata “UBAHLAH DUNIA”

“Ini memang yang kuinginkan” pikir sang Pangeran. “Karena di dunia ini ada hal-hal yang aku sukai dan ada pula hal-hal yang tak kusukai. Aku akan mengubahnya agar sesuai keinginanku” Maka mulailah ia memulai pertarungannya yang pertama, yaitu mengubah dunia. Ambisi, cita-cita dan kekuatannya membantunya dalam usaha menaklukkan dunia agar sesuai hasratnya. Ia mendapatkan banyak kesenangan dalam usahanya tetapi hatinya tidak merasa damai. Walau sebagian berhasil diubahnya tetapi sebagian lainnya menentangnya.

Tahun demi tahun berlalu. Suatu hari, ia bertemu sang Pertapa kembali. “Apa yang engkau pelajari dari Jalanmu ?” Tanya sang Pertapa “Aku belajar bagaimana membedakan apa yang dapat kulakukan dengan kekuatanku dan apa yang di luar kemampuanku, apa yang tergantung padaku dan apa yang tidak tergantung padaku” jawab Pangeran “Bagus! Gunakan kekuatanmu sesuai kemampuanmu. Lupakan apa yang diluar kekuatanmu, apa yang engkau tak sanggup mengubahnya” dan sang Pertapa menghilang.

Tak lama kemudian, sang Pangeran tiba di Pintu kedua yang bertuliskan “UBAHLAH SESAMAMU” “Ini memang keinginanku” pikirnya. “Orang-orang di sekitarku adalah sumber kesenangan, kebahagiaan, tetapi mereka juga yang mendatangkan derita, kepahitan dan frustrasi” Dan kemudian ia mencoba mengubah semua orang yang tak disukainya. Ia mencoba mengubah karakter mereka dan menghilangkan kelemahan mereka. Ini menjadi pertarungannya yang kedua.

Tahun-tahun berlalu, kembali ia bertemu sang Pertapa. “Apa yang engkau pelajari kali ini?” “Saya belajar, bahwa mereka bukanlah sumber dari kegembiraan atau kedukaanku, keberhasilan atau kegagalanku. Mereka hanya memberikan kesempatan agar hal-hal tersebut dapat muncul. Sebenarnya di dalam dirikulah segala hal tersebut berakar” “Engkau benar” Kata sang Pertapa. “Apa yang mereka bangkitkan dari dirimu, sebenarnya mereka mengenalkan engkau pada dirimu sendiri. Bersyukurlah pada mereka yang telah membuatmu senang & bahagia dan bersyukur pula pada mereka yang menyebabkan derita dan frustrasi.

Karena melalui mereka lah, Kehidupan mengajarkanmu apa yang perlu engkau kuasai dan jalan apa yang harus kau tempuh” Kembali sang Pertapa menghilang. Kini Pangeran sampai ke pintu ketiga “UBAHLAH DIRIMU” “Jika memang diriku sendiri lah sumber dari segala problemku, memang disanalah aku harus mengubahnya” . Ia berkata pada dirinya sendiri. Dan ia memulai pertarungannya yang ketiga. Ia mencoba mengubah karakternya sendiri, melawan ketidak sempurnaannya, menghilangkan kelemahannya, mengubah segala hal yg tak ia sukai dari dirinya, yang tak sesuai dengan gambaran ideal.

Setelah beberapa tahun berusaha, dimana sebagian ia berhasil dan sebagian lagi gagal dan ada hambatan, Pangeran bertemu sang Pertapa kembali. “Kini apa yang engkau pelajari ?” “Aku belajar bahwa ada hal-hal di dalam diriku yang bisa ditingkatkan dan ada yang tidak bisa saya ubah” “Itu bagus” ujar sang pertapa. “Ya” lanjut Pangeran, “tapi saya mulai lelah untuk bertarung melawan dunia, melawan setiap orang dan melawan diri sendiri. Tidakkah ada akhir dari semua ini ? Kapan saya bisa tenang ? Saya ingin berhenti bertarung, ingin menyerah, ingin meninggalkan semua ini !” “Itu adalah pelajaranmu berikutnya” ujar Pertapa. Tapi sebelum itu, balikkan punggungmu dan lihatlah Jalan yang telah engkau tempuh”.

Dan ia pun menghilang. Ketika melihat ke belakang, ia memandang Pintu Ketiga dari kejauhan dan melihat adanya tulisan di bagian belakangnya yang berbunyi “TERIMALAH DIRIMU”.
pangeran terkejut karena tidak melihat tulisan ini ketika melalui pintu tsb. “Ketika seorang mulai bertarung, maka ia mulai menjadi buta” katanya pada dirinya sendiri. Ia juga melihat, bertebaran di atas tanah, semua yang ia campakkan, kekurangannya, bayangannya, ketakutannya. Ia mulai menyadari bagaimana mengenali mereka, menerimanya dan mencintainya apa adanya.

Ia belajar mencintai dirinya sendiri dan tidak lagi membandingkan dirinya dengan orang lain, tanpa mengadili, tanpa mencerca dirinya sendiri. Ia bertemu sang Pertapa, dan berkata “Aku belajar, bahwa membenci dan menolak sebagian dari diriku sendiri sama saja dengan mengutuk untuk tidak pernah berdamai dengan diri sendiri. Aku belajar untuk menerima diriku seutuhnya, secara total dan tanpa syarat.” “Bagus, itu adalah Pintu Pertama Kebijaksanaan” , ujar Pertapa. “Sekarang engkau boleh kembali ke Pintu Kedua”

Segera ia mencapai Pintu Kedua, yang tertulis di sisi belakangnya “TERIMALAH SESAMAMU”
Ia bisa melihat orang-orang di sekitarnya, mereka yang ia suka dan cintai, serta mereka yang ia benci. Mereka yang mendukungnya, juga mereka yang melawannya. Tetapi yang mengherankannya, ia tidak lagi bisa melihat ketidaksempurnaan mereka, kekurangan mereka. Apa yang sebelumnya membuat ia malu dan berusaha mengubahnya. Ia bertemu sang Pertapa kembali, “Aku belajar” ujarnya “Bahwa dengan berdamai dengan diriku, aku tak punya sesuatupun untuk dipersalahkan pada orang lain, tak sesuatupun yg perlu ditakutkan dari merela. Aku belajar untuk menerima dan mencintai mereka, apa adanya. “Itu adalah Pintu Kedua Kebijaksanaan” ujar sang Pertapa, “Sekarang pergilah ke Pintu Pertama”

Dan di belakang Pintu Pertama , ia melihat tulisan “TERIMALAH DUNIA” “Sungguh aneh” ujarnya pada dirinya sendiri “Mengapa saya tidak melihatnya sebelumnya”. Ia melihat sekitarnya dan mengenali dunia yang sebelumnya berusaha ia taklukan dan ia ubah. Sekarang ia terpesona dengan betapa cerah dan indahnya dunia. Dengan kesempurnaannya. Tetapi, ini adalah dunia yang sama, apakah memang dunia yang berubah atau cara pandangnya?

Kembali ia bertemu dengan sang Pertapa : “Apa yang engkau pelajari sekarang ?”. “Aku belajar bahwa dunia sebenarnya adalah cermin dari jiwaku. Bahwa Jiwaku tidak melihat dunia melainkan melihat dirinya sendiri di dalam dunia. Ketika jiwaku senang, maka dunia pun menjadi tempat yang menyenangkan. Ketika jiwaku muram, maka dunia pun kelihatannya muram.

Dunia sendiri tidaklah menyenangkan atau muram. Ia ADA, itu saja. Bukanlah dunia yang membuatku terganggu, melainkan ide yang aku lihat mengenainya. Aku belajar untuk menerimanya tanpa menghakimi, menerima seutuhnya, tanpa syarat. “Itu Pintu Ketiga Kebijaksanaan” ujar sang Pertapa. “Sekarang engkau berdamai dengan dirimu, sesamamu dan dunia” Sang pertapa pun menghilang. Sang pangeran merasakan aliran yang menyejukkan dari kedamaian, ketentraman, yang berlimpah merasuki dirinya. Ia merasa hening dan damai.

dari milis motivasi
Selanjutnya...

Minggu, 07 Juni 2009

Kata Mutiara

Bertutur dengan kata yang baik, berpikirlah dengan niat yang baik dan melakukan perbuatan baik.

Memaafkan orang lain berarti berlaku baik pada diri sendiri.

Kesuksesan adalah pengoptimalan suatu kelebihan, kegagalan adalah akumulasi dari segala kekurangan.

Jangan menganggap remeh diri sendiri, karena setiap orang memiliki kemungkinan yang tak terhingga.

Ilmu pengetahuan harus dipahami dengan sungguh-sungguh, baru bisa menjadi kebijaksanaan dalam diri sendiri.

Kasih sayang tidak dapat dengan memohon pada orang lain, melainkan diperoleh dari sumbangsih yang diberikan.

Musuh terbesar kita bukanlah orang lain, melainkan diri kita sendiri.

Hendaknya bersaing untuk menjadi siapa yang lebih dicintai, bukan siapa yang lebih ditakuti.

Menyia-nyiakan waktu setiap hari adalah pemborosan hidup, bekerja penuh semangat dan menjadi orang yang berguna adalah membangun kehidupan kita sendiri.

Orang yang selalu mencari-cari alasan bagi kegagalannya, tidak akan memperoleh kemajuan untuk selamanya.

Rumput tidak akan mudah tumbuh dilahan yang ditanami sayur-sayuran. Hati tidak mudah timbul kebencian bila dipenuhi rasa persahabatan.

Berapa banyak kewajiban yang telah anda penuhi, sebanyak itu pula kemampuan yang akan diperoleh.

Kegembiraan seseorang tidak didasarkan dari berapa banyak yang dimilikinya, namun karena sedikit sekali berhitungan dengan orang lain.

Sebelum mengkritik orang lain, pikirkan dahulu apakah kita sendiri telah sempurna dan bebas dari kesalahan.

Kesuksesan yang paling besar dalam hidup adalah bisa bangkit kembali dari kegagalan.

Ucapan yang baik, bagai bunga teratai yang keluar dari mulut; Ucapan yang buruk, seperti bisa ular yang disemburkan dari mulut.

Ada dua hal yang tidak bisa ditunda dalam kehidupan: berbakti pada orang tua dan melakukan kebajikan.

Moralitas adalah sebuah pelita dalam peningkatan kepribadian, tidak seharusnya merupakan cambuk penghukum bagi orang lain.

Menghargai dan merasa senang atas keberhasilan orang lain berarti meningkatkan harkat diri sendiri.

Selalu berbaik hati selalu memperoleh hari-hari yang baik.

Memberi maaf dan berbicara dengan ramah meskipun kita berada dipihak yang benar.

Menerima kebajikan sekecil apapun harus dibalas sebesar-besarnya.

Hendaknya kita menyadari, mensyukuri, dan membalas budi orang tua.

Tetesan air dapat membentuk sebuah sungai, kumpulan butiran beras bisa memenuhi lumbung. Jangan meremehkan hati nurani sendiri, jangan pernah berpikir untuk tidak melakukannya walau perbuatan itu sangat kecil.

Sedikit berbicara lebih baik daripada banyak bebicara, akan lebih baik lagi jika hanya membicarakan hal yang baik-baik saja.

Orang yang bijaksana baru mampu membedakan yang baik dan yang buruk, yang benar dan yang sesat; Orang yang rendah hati baru bisa membangun kehidupan yang indah sempurna.

Di dalam kehidupan, kita tidak selalu berada dalam kondisi yang baik-baik saja, namun bagi yang pernah mengalami cobaan dan berhasil mengatasinya, akan sangat mudah menghadapi kondisi yang sesulit apapun.

Permasalah sukar dan sulit diputuskan dalam hidup adalah suatu cobaan.

Kasih sayang yang sesungguhnya adalah menjaga kondisi hati kita dengan sebaik-baiknya.

Mampu bertoleransi dan lebih mengasihi orang lain, kita akan hidup dengan sangat gembira.

Mampu menyumbangkan cinta kasih adalah suatu keberkahan. Mampu menghapus kerisauan adalah sifat yang bijaksana.

Anggaplah segala permasalahan sebagai pelajaran dan pujian sebagai peringatan untuk mawas diri.

Memperbaiki prilaku sendiri adalah untuk menolong diri sendiri, mampu mempengaruhi orang untuk berbuat baik adalah untuk menolong orang.

Yang mencelakai diri sendiri tidak lain adalah kemarahan yang tidak pada tempatnya.

Orang yang dapat memanfaatkan waktunya dengan baik, pasti bisa menguasai arah tujuan yang ingin dicapai.

Lakukanlah menurut kemampuan yang ada, jangan berniat untuk menunda, ada kemungkinan anda tidak mendapatkan apa apa.

Yang terindah di langit adalah bintang-bintang bergemerlapan, sedangkan yang terindah dalam hidup adalah kehangatan kasih sayang.

Orang yang berbudi sifatnya bagaikan air yang dapat menyesuaikan diri dalam berbagai bejana, hidup dalam kondisi bebas leluasa.

Padi yang berisi akan semakin merunduk; Seseorang yang sukses semakin rendah hati.

Berhenti di tengah perjalanan akan lebih sulit dan terasa lebih melelahkan daripada terus berjalan hingga sampai ke tujuan.

Di kala memiliki, harus selalu mengenang penderitaan di saat tak punya; dalam cuaca baik harus mempersiapkan persediaan di musim hujan.

Alam semesta ada batasnya, kekuatan tekad kita tak akan terhingga.

Mudah mengikrarkan sebuah tekad, tapi sulit melaksanakannya.

Perbuatan baik hendaknya bisa dioptimalkan, permasalahan harus ditinggalkan.

Mensukseskan orang lain berarti mensukseskan diri sendiri.

Lebih baik bekerja keras dan benar-benar melakukannya daripada berkemampuan tapi tidak melakukannya sama sekali.

Orang harus menyayangi diri sendiri baru dapat mencintai semua orang di dunia.

Dalam mengatasi berbagai masalah hendaknya berhati-hati, cermat, namun jangan berpikiran sempit.

Jangan merasa khawatir pada banyaknya masalah, yang dikhawatirkan adalah masalah yang dicari-cari.

Ikrar harus luhur, tekad harus kokoh, kepribadian harus lemah lembut, dan hati harus cermat.

Berikrar dalam hati dan tidak pernah menyatakan dalam tindakan, sama halnya seperti bertani tanpa menebar bibit, hanya menyia-nyiakan sebuah jalinan jodoh.

Orang berbudi berketetapan hati menggapai cita-citanya, orang yang picik hanya memiliki cita-cita dan tidak pernah berusaha.

NOTE :
Taken From : Kata – Kata Mutiara dari Master Shih Cheng Yen
Selanjutnya...

Busuknya Kebencian

Seorang Ibu Guru taman kanak-kanak ( TK ) mengadakan "permainan". Ibu Guru menyuruh tiap-tiap muridnya membawa kantong plastik transparan 1 buah dan kentang. Masing-masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama orang yang dibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa ... tergantung jumlah orang-orang yang dibenci.

Pada hari yang disepakati masing-masing murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5. Seperti perintah guru mereka tiap-tiap kentang diberi nama sesuai nama orang yang dibenci. Murid-murid harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun, selama 1 minggu.

Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tidak sedap.

Setelah 1 minggu murid-murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.

Ibu Guru : "Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu ?"

Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa nyaman harus membawa kentang-kentang busuk tersebut ke manapun mereka pergi.

Guru pun menjelaskan apa arti dari "permainan" yang mereka lakukan. Ibu Guru : "Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa-bawa apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain. Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk kemana pun kita pergi. Itu hanya 1 minggu. Bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup ?
Alangkah tidak nyamannya ..."

Sumber: http://artikel-motivasi.blogspot.com/2007/04/busuknya-kebencian.html
Selanjutnya...

Minggu, 24 Mei 2009

Apa Salahnya Makan Daging?

Berjuta-juta orang lain makan daging, mengapa saya harus menguranginya atau berhenti samasekali ? Banyak alasan penting mengapa kita tidak makan daging. Bukan alasan emosional atau sentimental tetapi alasan meyakinkan dan ilmiah.

Begitu membicarakan vegetarian (tidak makan daging), langsung banyak orang mencemaskan gizi, badan lesu dan lemah, mudah sakit. Pertama-tama kita lihat penyelidikan para Ahli Kedokteran dan Ahli Bedah Autopsi dari berbagai Negara.

* Bentuk rahang/ gigi manusia mirip dengan hewan pemakan tumbuhan.

* Bentuk gigi kita rata digunakan untuk mengunyah makanan. Berbeda dengan hewan pemakan daging ( giginya mempunyai taring yg tajam untuk mencabik daging dan tulang mangsanya)

* Usus halus dan usus besar manusia dengan hewan pemakan tumbuhan adalah panjang sekitar 10-12 kali panjang badan, dibutuhkan waktu pencernaan yang lebih lama. Kalau makanan membusuk berada terlalu lama dalam tubuh manusia maka akan meracuni darah dan menambah beban kerja hati.

* Asam lambung dalam perut hewan pemakan daging 20 kali lebih keras dibanding manusia/hewan pemakan tumbuhan. Usus halus hewan pemakan daging pendek, usus besarnya rata dan licin. Panjang usus halusnya 3 kali panjang badannya sehingga daging yang akan dicernakan cepat dan tidak tinggal lama di dalam tubuhnya sehingga tidak mengakibatkan proses pembusukan.

* Fungsi hati manusia adalah menawarkan racun dan menciptakan zat gula. Dengan banyaknya daging yang dikonsumsi akan memperberat fungsi hati sehingga timbul Penyakit Kanker Hati. Kalau sudah memasuki stadium terakhir, hati akan rusak dan menciut.

* Daging mengandung banyak Uric, Acid, Urea mengakibatkan kerja ginjal berat sehingga timbul penyakit ginjal, rematik, radang persendian.

* Daging mengandung sedikit kandungan serat mengakibatkan susah buang air besar dan kanker usus. Kalau manusia setengah baya dan lanjut usia karena kandungan kolesterol yang ada di daging tinggi bisa menyebabkan melemahnya sel tubuh terhadap serangan penyakit. Proses penuaan wajah lebih cepat. Coba amati orang yang sering makan daging pasti lebih banyak kerutan wajahnya dibandingkan dengan yang bervegetarian. Kolesterol menyebabkan darah jadi kental dan berlemak mengakibatkan Pengerasan Pembuluh Darah, Penyakit Jantung, Hipertensi dan Kelumpuhan.

* Hewan yang ada di peternakan sudah pasti diberi obat kimia, antibiotika dan hormon. Binatang itu setelah dijagal kita makan, dagingnya mengandung obat berbahaya memacu pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh kita.

* Daging waktu dibakar dalam suhu tinggi menghasilkan sejenis Bahan Kimia Methylcholanthrene suatu bahan yang bisa menimbulkan Kanker.

* Daging yang dijual di pasar, berpenyakit atau tidak samasekali tidak bisa diketahui. Ada hewan yang sebelum dijagal sudah kena penyakit. Daging ini kelihatannya sama dengan daging biasa, tapi sudah mengandung virus bisa menularkan ke manusia yang mengkonsumsinya.

* Air susu ibu pemakan daging mengandung DDT 99% sedang air susu ibu yang vegetarian mengandung DDT 8%. Ini sangat berpengaruh pada kesehatan bayi. Bayangkan masih umur beberapa hari saja sudah diberi air susu membahayakan kesehatan bayi tersebut. Penyakit timbul tidak secara langsung, tapi ada tahapan penumpukan zat-zat berbahaya sehingga timbul penyakit aneh-aneh dan penyakit komplikasi.

* Hewan saat masih hidup punya kemampuan mengeluarkan zat yang tidak berguna dari tubuhnya. Tapi begitu ia dibunuh karena rasa takut, sedih, marah, kesakitan sampai puncaknya sehingga menimbulkan racun dalam tubuhnya. Orang makan daging sama dengan makan racun.

* Makan daging membuat badan cepat lelah. Seekor singa yang makannya daging semua, satu hari hampir kerjanya cuma tidur. Sedang orang utan satu hari hanya istirahat 6 jam saja.

* Perancis adalah negara penghasil anggur terkemuka di dunia. Dalam hal orang mati karena Kanker Hati, Perancis menduduki peringkat pertama.

* Amoniak yang terkandung dalam air kencing hewan adalah limbah/ zat racun yang bersumber dari daging hewan.

* Daging bila agak busuk sedikit, berkembangbiaklah bermacam-macam bakteri di dalam daging itu. Pemasakan (direbus atau digoreng, dibakar ) yang biasa kita lakukan tidak dapat membunuh bakteri tersebut secara keseluruhan. Disamping itu cacing dan organic parasit lainnya juga turut termakan kita.

* Jenis unggas mudah terjangkit penyakit kanker (ayam, bebek, dan jenis burung). Penyakit kanker di tubuh unggas yang paling umum adalah Tumor dan jenis Kanker yang mudah menular. Celakanya jenis-jenis kanker itu tidak bisa kelihatan/dideteksi dari wajah/rupanya unggas itu. Tapi unggas itu dapat menularkan penyakitnya kepada temannya. Karena itu kita tidak mudah untuk mengetahui ungas yg mana berpenyakit tumor atau kanker. Lemak hewan adalah persemaian yang paling subur untuk penyakit tumor/kanker, karena asam lemak hewan mempunyai fungsi merangsang berkembangnya sel-sel kanker.

* Di dalam daging sapi dan babi terkandung lebih 50 macam bibit penyakit menular dan lebih dari 30 macam cacing dan parasit. Di dalam daging ikan terdapat banyak parasit yang mengakibatkan manusia keracunan dan persendian nyeri. Parasit itu dapat kita lihat dibawah mikroskop, bagaimana mereka bergerak, sangat menakutkan !

Tidak benar bila dikatakan seorang vegetarian akan kekurangan gizi, tapi malah sebaliknya karena seorang vegetarian akan lebih sehat karena kerja alat-alat tubuh tidak dipaksakan, tidak berkuman, tidak mengandung lemak tak jenuh yang mengakibatkan penyumbatan jalan darah, mudah pencernaannya, bersih darahnya dan sehat hawa pikirannya.

Teori Gizi masa kini adalah Teori Kalori Rendah. Kelebihan kalori mengakibatkan manusia lebih cepat tua dan cepat mati.
Mengapa makanan yang tidak mengandung daging lebih cocok dengan Tuntutan Gizi ?
Sifat darah yang bagaimana yang baik ?
Yaitu darah di tubuh kita harus selalu bersifat basa (kebalikan dari asam). Ph darah seseorang yang sehat 7,35 jadi agak basa. Tapi bagaimana supaya darah kita tetap pada kondisi agak basa ? Yaitu dengan cara : Banyak makanan dari bahan tumbuhan dan menghindarkan makanan daging. Semua makanan daging mengakibatkan tubuh kita memproduksi zat asam berbahaya sehingga darah kita bersifat asam. Letih dan menuanya saluran darah sebab utamanya adalah Kelebihan Lemak sehingga lemak berubah menjadi kolesterol yang mengakibatkan darah jadi kental dan lengket sehingga menambah beban pada fungsi jantung dan pembuluh darah. Membuat pembuluh darah menyempit. Peredaran darah merosot volumenya. Kerja jantung menjadi lebih berat maka terjadilah Darah Tinggi.
Makanan dari tumbuhan kandungan seratnya tinggi berguna meningkatkan kerja usus dan membawa keluar zat-zat racun dalam usus.

Pencegahan Kesehatan lebih penting daripada Pengobatan Penyakit. Pulihnya kesehatan tubuh seseorang yang sedang sakit tergantung dari gizi makanan mereka. Obat saja tidak akan berhasil maka harus dibarengi dengan bervegetarian. Kalau orang sudah menderita sakit, kebanyakan dokter akan melarang makanan daging.

Sumber: http://dimasprast.blogspot.com/2009/01/apa-salahnya-makan-daging.html
Selanjutnya...

Jumat, 01 Mei 2009

Melewati Gurun Pasir

Pada suatu hari, Guru Zen Zhenyen memimpin beberapa muridnya berjalan menuju sebuah kota. Dalam proses perjalanan yang mereka lakukan, mereka harus melewati gurun pasir. Pancaran terik matahari menjadikan udara terasa panas dan menyengat. Belum lagi terpaan angin berdebu yang ikut menghambat langkah-langkah mereka mengarungi gurun pasir tersebut.

Air menjadi satu-satunya hal yang ada di dalam benak masing-masing di antara mereka. Mereka sangat membutuhkan air untuk sedikit menenangkan tuntutan rasa haus dan letih. Tetapi, sayang sekali, hampir semua murid kehabisan bekal air minum dan selalu gagal menemukan sumber air. Di tengah tekanan dalam perjalanan itu mereka mulai mengeluh, semangat mereka menurun, bahkan ada yang berniat menyerah.

Melihat keadaan tersebut, Guru Zen segera mengeluarkan sebotol air dari salah satu kantung pakaiannya. Kemudian ia memperlihatkan botol air minum tersebut kepada semua muridnya. "Di sini ada sebotol air, tapi sebelum kita melewati gurun pasir ini, siapa pun tidak dibenarkan minum," teriak Guru Zen di tengah deru angin gurun sahara yang panas menyengat.

saat itu Guru Zen melihat ada keraguan terpancar dari raut wajah murid-muridnya. Untuk memantapkan hati mereka bahwa botol air tersebut benar-benar berisi air, Guru Zen sengaja memberikan kesempatan kepada masing-masing muridnya untuk memegang botol air tersebut secara bergiliran. Dengan demikian, para murid menjadi sangat yakin bahwa botol ini memang masih penuh terisi air.

Harapan masih ada air yang tersisa untuk mereka membangkitkan lagi semangat para murid untuk meneruskan perjalanan. Mereka pun berhasil melampaui tantangan supersulit di sepanjang perjalanan ketika langkah-langkah mereka mulai memasuki kota terdekat. Semua murid bersuka cita dan mereka menyatakan bahwa besarnya harapan pada sebotol air itu benar-benar menjadi daya dorong luar biasa untuk sampai ke kota yang mereka tuju.

Di tengah sukacita itu, Guru Zen mengeluarkan lagi botol air dari kantongnya dan membuka penutupnya. Para murid tertegun saat sang guru menuangkan isi dalam botol tersebut karena yang tertumpah adalah pasir gurun, bukannya air. Sang guru menerangkan kepada para muridnya bahwa ternyata pasir gurun pun mampu berfungsi sebagai air sejuk menyegarkan jika kita yakin pada harapan yang ingin kita wujudkan.

kisah ini dikutip dari buku "Unleash Your Inner Power with Zen"
Selanjutnya...

Sabtu, 25 April 2009

Nikmati Kekinian

Seorang pelajar Zen melintasi sebuah hutan belantara dan tanpa disadari ia diikuti seekor harimau yang siap menerkamnya. ia berlari sekencang mungkin. Setibanya di tepi jurang yang curam, ia meraih sebuah akar besar di sisi jurang. Ia kemudian berayun-ayun dengan harapan dapat selamat dari terkaman harimau buas tersebut. Ia tidak punya pilihan lain, kecuali bertahan di sana. Harimau tadi terus mengendus ke bawah.

Dengan rasa takut luar biasa, ia melihat ke bawah jurang dan ketakutannya semakin menjadi-jadi ketika melihat bahwa di bawah sana seekor harimau lain pun tengah menunggu dengan mulut ternganga siap menerkam.

Ia tetap berpegang kuat pada akar yang menahan tubuhnya. Malang nasibnya, dua ekor tikus mulai mengerat akar yang digelayutinya secara perlahan. Dalam kepanikannya, dilihatnya sebatang pohon stroberi di dekatnya. Karena rasa hausnya, secara Instingtif dia meraih pohon tersebut dan memetik buahnya. Dia menikmati buah stroberi yang begitu manis dan lupa akan bahaya di atas dan di bawah yang tengah menanti.

pesan : hari esok tidaklah nyata, hari kemarin telah berlalu, Karunia terbesar manusia yang pernah dimiliki sesungguhnya adalah sekarang, semuanya nyata di hadapan mata

kisah ini dikutip dari buku "Unleash Your Inner Power with Zen"
Selanjutnya...

Selasa, 14 April 2009

KAKEK BERUSIA 4 TAHUN

Alkisah seorang kakek tua yang telah beruban dan gigi yang tanggal. Suatu hari, ada seseorang bertanya kepadanya, "kakek, berapa usia anda sekarang?"
" empat tahun," jawab sang kakek.

"jangan bercanda, kakek sudah tampak begitu tua penuh dengan uban, bagaimana mungkin bisa berusia 4 tahun. Menurut saya, usia kakek hampir memasuki 80 tahun." Jawab Orang itu.

"Ah, sungguh disesalkan! kendati usia hampir memasuki 80 tahun, tapi selama tenggang waktu yang begitu panjang ini, saya lewati penuh kehampaan. selama 4 tahun belakangan ini, saya baru menginsafi hukum kebenaran dan terpanggil di dalam membina diri dengan melayani penderitaan umat. 4 tahun ini saya hidup bermakna dan berbahagia, maka saya katakan usiaku baru 4 tahun," jawab sang kakek.

PENJELASAN:
Manusia sekalipun hidup dalam usia panjang, tapi penuh kehampaan, bukankah lebih baik seperti seorang kakek tua yang berusia hampir 80 tahun, tapi hidup bermakna untuk 4 tahun :).

Sumber: http://bankai-getsuga.blogspot.com/2013/07/kakek-yang-berusia-4-tahun.html
Selanjutnya...